bagian-mesin-cuci

Bagian-Bagian Mesin Cuci

Bagian-bagian mesin cuci berbeda-beda untuk tiap merek dan tipe. Namun, secara umum bagian-bagian mesin cuci dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu bagian utama dan bagian mekanik. Berikut ini penjelasan masing-masing bagian mesin cuci tersebut:

A. Bagian Utama
Bagian-bagian utama dari sebuah mesin cuci, antara lain sebagai berikut:

Kabin
Posisi kabin pada mesin cuci dua kabin (pencucian dan pengeringan) terpisah satu sama lain. Kabin pencucian merupakan tempat berlangsungnya proses pencucian dan pembilasan, sedangkan kabin pengeringan khusus digunakan untuk proses pengeringan. Kabin pencucian memiliki kapasitas terbatas, tergantung ukuran dan kapasitas maksimal mesin cuci. Di dalam kabin mesin cuci terdapat tabung (drum) yang terbuat dari bahan plastik atau logam yang dilapisi dengan cat email agar tidak mudah berkarat. Pada kabin juga terdapat pulsator yang berfungsi memutar cucian dan filter sebagai penyaring air. Tiap kabin mesin cuci dilengkapi dengan penutupnya. Perlu diperhatikan, jangan membuka-tutup penutup kabin ketika mesin sedang bekerja agar proses pencucian berjalan sempurna dan menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan. Khusus pada kabin pengering, biasanya dilengkapi dengan dua buah penutup, yaitu penutup dalam dan penutup luar. Selama proses pengeringan, tutup bagian dalam harus terpasang agar pakaian tidak loncat keluar.

Kontrol Panel
Kontrol panel merupakan pusat kontrol mesin cuci yang terdiri dari beberapa tombol operasi. Kontrol panel setiap merek dan tipe mesin cuci berbeda, tetapi pada umumnya memiliki fungsi yang serupa. Terdapat dua jenis kontrol panel mesin cuci, yaitu analog dan digital. Untuk lebih memahami cara pengoperasian dan kegunaan tiap-tiap kontrol panel, sebaiknya Anda membaca manual book yang disertakan. Secara umum fungsi kontrol panel pada mesin cuci sebagai berikut:
– Tombol (power), berfungsi untuk menghidupkan (on) mesin cuci ketika akan digunakan atau mematikan (off) ketika selesai menggunakannya.
– Tombol (start), digunakan untuk memulai proses pencucian.
– Tombol pilihan mencuci (wash selector), bertungsi memilih proses pencucian. Pada tombol ini terdapat beberapa pilihan, seperti soft, normal, dan gentle. Program pilihan mencuci ini bertujuan menghasilkan cucian yang diharapkan dan tidak merusak pakaian. Tombol soft atau lembut digunakan ketika mencuci pakaian yang berbahan lembut, seperti wool atau silk agar tidak merusak pakaian. Tombol normal digunakan ketika mencuci pakaian berbahan tebal dan berat, seperti pakaian dari bahan linen, katun, dan jeans.
– Tombol waktu pencucian (wash timer), berfungsi mengatur lamanya proses pencucian. Anda bisa mengatur waktu pencucian yang tersedia pada panel. Dengan mengaktifkan tombol ini, mesin cuci akan bekerja secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga Anda pun bisa melakukan aktivitas lainnya.
– Tombol penggunaan air (water selector), berfungsi memilih penggunaan air ketika proses pencucian atau pembilasan. Secara otomatis, mesin cuci akan mengatur kebutuhan air untuk proses mencuci atau membilas. Untuk proses pencucian, pilih tombol (wash) atau memilih tombol (spin) untuk melakukan proses pembilasan.
– Tombol (cycle selector), merupakan tombol pilihan proses pengerjaan, apakah mencuci, membilas, atau mengeringkan. Pada saat melakukan proses pencucian atau pembilasan, pilih tombol (wash) atau (rinse) dan untuk mengeringkan, pilih tombol (drain).
– Tombol (spin dry selector), berfungsi mengatur lama pengeringan. Biasanya, pilihan waktu pengeringan mulai dari 1 menit sampai 15 menit. Pemilihan waktu pengeringan dapat disesuaikan dengan jumlah dan bahan pakaian yang akan dikeringkan. Untuk mesin cuci dua kabin, setelah proses pencucian dan pembilasan, seluruh pakaian dipindahkan ke kabin pengering. Jangan lupa menutup kabin pengering sebelum melakukan proses pengeringan
– Tombol (cycle selector), merupakan tombol pilihan proses pengerjaan, apakah mencuci, membilas, atau mengeringkan. Pada saat melakukan proses pencucian atau pembilasan, pilih tombol (wash) atau (rinse) dan untuk mengeringkan, pilih tombol (drain).
– Tombol (spin dry selector), berfungsi mengatur lama pengeringan. Biasanya, pilihan waktu pengeringan mulai dari 1 menit sampai 15 menit. Pemilihan waktu pengeringan dapat disesuaikan dengan jumlah dan bahan pakaian yang akan dikeringkan. Untuk mesin cuci dua kabin, setelah proses pencucian dan pembilasan, seluruh pakaian dipindahkan ke kabin pengering. Jangan lupa menutup kabin pengering sebelum melakukan proses pengeringan.

Pipa Saluran Air
Pipa saluran air terdiri atas dua bagian, yaitu pipa saluran air masuk dan pipa saluran pembuangan. Pipa saluran masuk berfungsi memasukkan air ke dalam kabin pada saat proses pencucian. Pada mesin cuci otomatis, saluran ini dilengkapi dengan shut of valve dan selenoid valve. Shut of valve berfungsi memutus aliran air dan pipa masuk (inlet) secara otomatis, sedangkan selenoid valve berfungsi sebagai pengontrol takaran air agar tidak melebihi batas yang diinginkan. Shut of valve akan bekerja secara otomatis dengan cara memutus aliran air, sehingga ketinggian air selalu dalam takaran yang wajar. Sebaliknya, apabila terdapat kebocoran seal, shut of valve akan terus membuka aliran air dari pipa inlet. Pipa saluran pembuangan berfungsi membuang air bekas cucian atau pembilasan. Agar proses pembuangan air bekas cucian berjalan lancar, pipa saluran buang dipasang lebih rendah daripada lubang pembuangan. Pada mesin cuci otomatis, saluran buang (drain) telah dilengkapi dengan pompa sentrifugal, sehingga proses pembuangan air dapat beralan otomatis dan sempurna.

Filter
Filter berfungsi menyaring kotoran yang terbawa air ke dalam kabin pencucian. Apabila filter air rusak, kotoran dan saluran air akan ikut masuk ke dalam kabin. Akibatnya, kualitas cucian menjadi kurang makslmal.

Drawer Dispenser
Pada mesin cuci otomatis biasanya telah dilengkapi dengan drawer dispenser, sebagai tempat penampungan deterjen, pelembut, dan pemutih pakaian. Secara otomatis, mesin cuci akan menakar deterjen yang dibutuhkan. Jika mesin cuci tidak dilengkapi dengan tempat deterjen, bisa langsung dimasukkan pada kabin pencucian. Agar mesin cuci lebih awet, sebaiknya, menggunakan deterjen khusus untuk mesin cuci yang berbentuk cair atau bubuk, sehingga mudah larut di dalam air dengan sedikit busa.

B. Bagian Mekanik
Bagian mekanik dari mesin cuci antara lain sebagai berikut:

Pulsator (Agitator)
Pulsator sering disebut sebagai agitator, terdapat di bagian dasar kabin pencucian yang berfungsi memutar cucian dan air dalam kabin pencuci. Dan dasar kabin pencucian, pulsator dihubungkan ke motor penggerak melalul pulley yang terhubung dengan v-belt. Kecepatan putar pulsator tergantung dari kecepatan motor. Bentuk pulsator berbeda-beda, baik ukuran maupun desainnya, tergantung tipe mesin cucinya. Biasanya, mesin cuci twin tube dan top loading menggunakan pulsator yang berbentuk piringan dan terbuat dan bahan plastik atau logam, tergantung tipe mesin cuci. Namun, pada mesin cuci top loading menggunakan pulsator yang berbentuk menara (dome) dengan posisi vertikal.

Speed Reducer (Gearbox)
Gearbox adalah alat yang menghubungkan motor dengan pulsator. Disebut juga sebagai speed reducer karena alat ini mampu mengurangi kecepatan putar yang diterima dari motor. Kemudian menyalurkan putaran tersebut ke pulsator. Gearbox tersusun atas sejumlah roda yang bergerigi (gear) yang saling berhubungan dan diatur sedemikian rupa. sehingga mampu menghasilkan kecepatan yang diinginkan. Bagi teknisi mesin cuci, istilah gearbox hanya digunakan untuk mesin cuci berkapasitas lebih dan 4 kg. Untuk mesin cuci dengan kapasitas antara 3-4 kg, biasanya para teknisi menyebut gearbox dengan istilah as (metal kis).

Pulley (Sproket)
Pulley atau sprocket terhubung langsung pada gearbox dan motor, berfungsi sebagai penerus putaran dan motor menuju gearbox atau pompa air. Pulley berbentuk celah, memiliki kedalaman tertentu sesuai ketebalan tali kipas. Pulley dirancang sebagai alur tali kipas (v-belt) agar tetap stabil pada jalurnya, tidak lepas atau meloncat keluar, sehingga getaran pada mesin cuci dan kabin pencucian cenderung lebih halus dan stabil.

Tali Kipas (v-belt)
Tali kipas (v-belt) berfungsi menghubungkan dua buah poros yang terpisah cukup jauh dan tidak memungkinkan dihubungkan dengan sistem transmisi roda (gear). Cara kerja v-belt adalah menghubungkan gearbox dengan poros motor, sehingga putaran transmisi gearbox memiliki kecepatan yang sama dengan putaran poros mtor. V-belt diletakkan pada penampang atau alur pulley, terbuat dari bahan karet dan memiliki penampang berbentuk trapesium. Inti (core) dalam karet v-belt dirajut dengan bahan kualitas tinggi agar tidak mudah putus atau sobek ketika membawa tarikan yang besar dari poros putar motor. Diameter v-belt tergantung besarnya diameter pulley poros mesin dan gearbox. Ukuran pulley cukup bervariasi, tergantung dan tipe mesin cuci. Biasanya, pada mesin cuci top loading dan front loading menggunakan v-belt yang berukuran 18 – 22 cm, sedangkan pada mesin cuci twin tube menggunakan v-belt dengan diameter lebih besar, yaltu 25 – 36 cm.

Motor
Hampir semua peralatan rumah tangga (home appliances), seperti pompa air, vacum cleaner, AC, dan mesin cuci menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggerak utama. Motor penggerak bekerja dengan mengubah energi listrik yang masuk menjadi energy kinetik. Kerja motor terjadi ketika kutub magnet rotor dan stator yang sekutub saling mendekat, sehingga terjadi peristiwa tolak menolak. Sebaliknya, ketika kutub rotor dan stator yang tidak sejenis saling mendekat, akan terjadi tarik menarik. Dan kedua kejadian itu, memungkinkan terjadinya perubahan arus yang mengakibatkan rotor berputar tetap (stabil). Peristiwa ini terjadi secara terus menerus, sehingga putaran rotor dapat mengelilingi stator dengan cepat.

Sekian uraian tentang Bagian-bagian Mesin Cuci. Silahkan baca artikel selanjutnya tentang cara kerja mesin cuci, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *